Home > Hall of Fame > Sungsang Batik
Hall of Fame / Sungsang Batik
Giyarti Takarina
Sungsang Batik
Yogyakarta, Indonesia
Keberhasilan dalam mengatasi kesulitan adalah pola pikir di balik kesuksesan kewirausahaan Giyarti Takarina.
Sebuah gempa berskala 6.3 SR yang menghantam sebagian Jawa dan Yogyakarta pada tahun 2006 menewaskan lebih dari 5.700 orang dan menyebabkan 600.000 lainnya menjadi tunawisma. Dengan kerusakan parah pada lahan dan infrastruktur, masyarakat setempat harus mengalihkan mata pencarian utama mereka dari pertanian, ke usaha-usaha lain yang bisa dilakukan dengan sumber daya terbatas dan dalam keadaan sangat sulit.
Terinspirasi untuk menegakkan warisan tradisional Indonesia yang mengalir turun temurun selama ribuan tahun, Giyarti memutuskan untuk memulai workshop batik pada Januari 2007.
Menggunakan teknik buatan tangan tradisional, Giyarti menciptakan kain batik untuk pakaian dan aplikasi lain menggunakan pewarna alam.
Sejak diluncurkan, Sungsang Batik telah menikmati kesuksesan besar. Usaha ini kini telah mempekerjakan 35 staf, dengan produksi yang telah meningkat menjadi 200 unit setiap bulannya, dan omset meningkat delapan kali lipat.
Selain memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian lokal, Giyarti juga membantu melestarikan lingkungan. Ia memelihara tanaman (vegetasi) lokal dengan terus menanam tanaman asli setempat dan tanaman herbal untuk menghasilkan pewarna batik, termasuk kayu merah, kunyit, dan mahoni.
Bertekad untuk mempertahankan kesuksesannya, Giyarti berencana untuk meningkatkan kualitas dan variasi dari berbagai produk batik, dan juga untuk memulai ekspor.

